h1

Summary of Issues Affecting Low-income Filers (indonesian language)

February 15, 2009

Masalah-masalah yang Mempengaruhi Low-Income Filers

Kerumitan timbul dalam sistem pajak U.S. terhadap seluruh tingkatan penghasilan perorangan. Adanya pembayaran pajak minimum menjadi beban wajib pajak (WP) berpenghasilan tinggi untuk menjadi WP patuh (dan beban itu semakin meningkat terhadap WP berpenghasilan menengah). WP menengah pun merasa diberatkan dengan adanya penghapusan pengecualian untuk WP Orang Pribadi, kredit pajak anak dan kredit pajak lainnya. Berbelit-belitnya aturan atas pembayaran kembali kredit pajak – yaitu kredit pajak penghasilan yang habis terpakai (EITC) dan kredit pajak anak – membuat bingung para orangtua pekerja dimana kemungkinan mereka memenuhi satu,atau dua syarat memperoleh kredit pajak tersebut, atau bahkan tidak keduanya.
Kerumitan di dalam memahami undang-undang pajak juga sering dialami WP, seperti konflik antara tujuan kebijakan pajak di dalam UU pajak yaitu membuat pajak yang adil dan membuat pajak yang sederhana menjadi masalah bagi WP kecil. WP besar sering menghadapi kerumitan dalam masalah-masalah keuangan yang berhubungan dengan aturan atas pajak dari penghasilan investasi mereka.
Ketentuan pajak yang relatif mudah bagi kebanyakan filers menjadi sulit bagi Low-Income filers karena kehidupan keluarga mereka yang rumit, pekerjaan mereka yang berganti-ganti, atau hubungan mereka dengan aktivitas ekonomi bawah tanah. Kurangnya pengetahuan dan kemampuan berbahasa juga menjadi penghambat low-income filers untuk memahami ketentuan restitusi pajak atau untuk menghitung pajak terutang. Masalah tersebut mempengaruhi kemampuan mereka untuk menentukan apakah mereka harus merestitusi pajak, bagaimana mereka harus menghitung potongan tunjangan-tunjangannya, kemudian bagaimana jika mereka memiliki hutang PPh, dan apakah mereka dapat mengajukan kredit pajak anak dan EITC.
Kerumitan ini secara tidak sengaja menimbulkan kesalahan atau kegagalan bagi low-income filers untuk memperoleh manfaat pajak yang seharusnya mereka terima. Kerumitan tersebut juga mempengaruhi Internal Revenues Service (IRS) dalam memutuskan apakah mereka akan memberikan toleransi atas ketidakpatuhan (disengaja atau tidak) atau non-partisipasi low-income filers tersebut, atau menyediakan sumber daya bagi low-income filers atas disproporsi jumlah pajak yang ditagih atau kredit pajak yang mereka keluarkan.
Untuk mengurangi kerumitan low-income filer tersebut mungkin dibutuhkan solusi di luar sistem pajak, seperti menstabilkan kehidupan keluarga mereka atau memperluas kesempatan memperoleh pendidikan mereka.
Sedangkan solusi atas sistem pajak penghasilan yang sekarang agar mempermudah pengajuan bagi perorangan yang berpenghasilan rendah, yaitu dengan menghapus EITC dari sistem pajak, mengurangi biaya administrasi IRS dengan memindahkan tanggung jawab kepada lembaga lain, pihak ketiga atau penerima manfaat itu sendiri.
Terakhir dengan meningkatkan kemampuan IRS dalam membuat ketetapan pajak bagi low-income filer. Meningkatkan kepatuhan tanpa mengurangi partisipasi secara mendasar, tergantung pada kemampuan IRS dalam mengidentifikasikan kesalahan tanpa meningkatkan compliance costs bagi filer yang telah memenuhi syarat. Dan mungkin dibutuhkan tambahan sumber daya.
Kerumitan
• Tunjangan pemerintah, biaya tanggungan untuk anak dan hadiah-hadiah tidak dikenai pajak dan tidak diperhitungkan di dalam penghasilan kotor. Sehingga WP kecil yang kebanyakan memperoleh tunjangan ini tidak dapat mengajukan EITC.
• Fleming v. IRS menyarankan agar IRS menggunakan tes “facts dan circumtances” dalam melakukan audit untuk membedakan kelompok-kelompok rumah tangga yang memiliki alamat yang sama. Hal ini ditujukan untuk menentukan status kepala rumah tangga bagi keluarga yang tinggal bersama tersebut.
• Tes residensi dikatakan lebih mudah dimengerti oleh wajib pajak dibandingkan tes pendukung dan tes kebutuhan rumahtangga dalam rangka memenuhi syarat EITC. Namun bagi beberapa filers tes ini masih membingungkan terutama bagi mereka yang berbagi hak asuh anak. Berdasarkan analisis Jefrey Liebman bahwa tes residensi ini dapat mengurangi kesalahan dalam pengajuan EITC sebesar 40 persen. Karena menunjukkan suatu residensi lebih mudah ketimbang menyimpan catatan pengeluaran yang panjang lebar atas tanggungan mereka.
• Ketentuan tahun 1990, mengeluarkan aturan tiebreaker dimana aturan tersebut memberikan izin mengakui tanggungan anak bagi filer yang memiliki Adjusted Gross Income (AGI) tertinggi. Ketentuan ini menjadi masalah bagi ibu tunggal yang tinggal bersama orangtua yang memilki penghasilan tinggi. Maka ia tidak dapat digolongkan sebagai EITC bagi orangtuanya, walaupun orangtuanya memiliki penghasilan tinggi. Dengan AGI tiebreaker , pengajuan orangtua anak yang menjadi tanggungannya secara langsung membatalkan pengajuan WP lainnya.
• Wajib pajak menikah dengan status pisah harta dapat mengajukan status kepala rumah tangga agar memperoleh EITC jika memenuhi tiga syarat, yaitu:
o Mereka harus tinggal terpisah dari pasangan mereka selama enam bulan terakhir pada tahun berjalan.
o Mereka harus mengeluarkan biaya kebutuhan rumah tangga dimana mereka dan putra,putri, atau anak tiri mereka tinggal selama tahun berjalan.
o Mereka harus dapat menyatakan bahwa anak mereka seorang dependen.
Jika telah memenuhi semua syarat maka mereka dapat memperoleh EITC, namun banyak dari pasangan terpisah yang gagal setidaknya salah satu dari tiga tes di atas karena adanya bantuan pemerintah yang diperoleh anak mereka.
• Ketidakseragaman definisi (syarat) anak di dalam banyak ketentuan pajak yang dikeluarkan berkaitan dengan manfaat pajak, membuat wajib pajak harus menunjukkan banyak bukti yang dilampirkan dalam mengajukan beberapa kredit pajak sehingga membingungkan WP itu sendiri.
• Adanya kebijakan baru yang dikeluarkan dewan kongres mengenai kredit pajak tambahan bagi keluarga besar yang memiliki tiga atau lebih anak namun memperoleh penghasilan rendah mengharuskan WP menghitung ganda kredit pajaknya baik dengan rumus baru maupun rumus lama kemudian memilih mana kredit pajaknya yang lebih besar.
• Pemotongan oleh perusahaan menyebabkan wajib pajak kecil yang memiliki banyak pekerjaan, atau tidak mendapat pekerjaan selama tahun berjalan, mengalami kesulitan menghitung kewajiban perpajakannya dan menyebabkan mereka harus mengajukan lebih bayar untuk direstitusi walaupun mereka tidak memiliki hutang pajak.
Kerumitan dalam pajak memiliki banyak dimensi dan bisa didefinisikan dalam berbagai cara. Ada empat elemen kerumitan, yaitu compliance costs, administrative costs, noncompliance and participation. Keempat elemen tersebut menjadi indikator adanya kerumitan bagi WP kecil.
Meningkatkan administrasi Bagi Low-Income Filers
Agar dapat menyederhanakan sistem pajak bagi low-income filers sekaligus mengurangi biaya admnistratif IRS, ada tiga pendekatan, yaitu:
• Menghapuskan EITC dari sistem pajak penghasilan
• Menyederhanakan ketentuan pajak yang mempengaruhi low-income filers
• Meningkatkan proses pelaksanaan administratif IRS
Namun untuk strategi agar terciptanya kepatuhan dan partisipasi WP kecil butuh suatu telaah lebih lanjut karena menyangkut dengan tujuan kebijakan perpajakan lainnya.

One comment

  1. […] Chimcute’s Blog wrote an interesting post today on Summary of Issues Affecting Low-income Filers (indonesian language)Here’s a quick excerpt … ari sistem pajak, mengurangi biaya administrasi IRS dengan memindahkan tanggung jawab kepada lembaga lain, pihak ketiga atau penerima manfaat itu sendiri….Kerumitan tersebut juga mempengaruhi Internal Revenues Service (IRS) dalam memutuskan apakah mereka akan memberikan toleransi atas ketidakpatuhan (disengaja atau t…Meningkatkan administrasi Bagi Low-Income Filers Agar dapat menyederhanakan sistem pajak bagi low-income filers sekaligus mengurangi biaya admnistratif IRS, ada t…Meningkatkan kepatuhan tanpa mengurangi partisipasi secara mendasar, tergantung pada kemampuan IRS dalam mengidentifikasikan kesalahan tanpa meningkatkan compliance c… […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: